Tsukimi (月 见?) Atau Otsukimi, secara harfiah bulan-melihat, mengacu pada festival Jepang menghormati bulan musim gugur. Perayaan bulan purnama biasanya terjadi pada hari 15 bulan delapan kalender lunisolar tradisional Jepang; bulan waxing dirayakan pada hari ke-13 bulan kesembilan. Hari-hari ini biasanya jatuh pada bulan September dan Oktober kalender surya modern. Kebiasaan Tsukimi berasal dari Festival [...]
Arsip untuk ‘Budaya’ Kategori
Upacara minum teh adalah ritual tradisional Jepang dalam menyajikan teh untuk tamu. Pada zaman dulu disebut chatō atau cha no yu. Upacara minum teh yang diadakan di luar ruangan disebut nodate. Teh disiapkan secara khusus oleh orang yang mendalami seni upacara minum teh dan dinikmati sekelompok tamu di ruangan khusus untuk minum teh yang disebut [...]
Ryōtei atau ryotei (ryoutei) adalah rumah makan tradisional Jepang yang menyajikan masakan Jepang untuk tamu kelas atas. Sebagian besar di antaranya menyediakan ruang-ruang makan privat berupa washitsu. Selain untuk resepsi, perjamuan resmi, atau bangket yang mengundang kelompok geisha, tuan rumah memesan tempat di ryōtei untuk menjamu tamu bisnis, melakukan negosiasi bisnis, menyambut tamu agung, atau [...]
Ronin atau rōshi adalah sebutan untuk samurai yang kehilangan atau terpisah dari tuannya di zaman feodal Jepang (1185-1868). Samurai menjadi kehilangan tuannya akibat hak atas wilayah kekuasaan sang tuan dicabut oleh pemerintah. Samurai yang tidak lagi memiliki tuan tidak bisa lagi disebut sebagai samurai, karena samurai adalah “pelayan” bagi sang tuan. Dalam budaya populer, ronin [...]
Onsen adalah istilah bahasa Jepang untuk sumber air panas dan tempat mandi berendam dengan air panas yang keluar dari perut bumi. Penginapan yang memiliki tempat pemandian air panas disebut penginapan onsen (onsen yado). Kota wisata yang berkembang di sekeliling sumber air panas disebut kota onsen. Sumber air panas memiliki dua sumber panas, magma yang berada [...]