Ini hanyalah susdut pandang diriku mengenai kontroversi antara Indonesia dan Malaysia. Terlalu lama kita telah menjalin hubungan dengan Malaysia, namun, beberapa kali juga hubungan itu menjadil hal yang membuat sebuah cara untuk saling menjatuhkan. Dimulai dari konflik ambalat beberapa tahun yang lalu, kemudian pengakuan kebudayaan Indonesia sebagai milik Malaysia, dan sekarang kembali terjadi konflik atas wilayah maritim. Sekarang banyak sekali masyarakat yang mengutarakan untuk ganyang Malaysia melihat apa yang telah meraka perbuat kepada bangsa kita. Memang Indonesia terlalu baik dan kurang tegas, namun tadi malam, Rabu, 1 September 2010, Presiden mengutakan pidato yang berisi agar kita melakukan jala damai terlebih dahulu daripada menggunakn jalan kekerasan untuk menghadapi Malaysia. Mungkin kita bias terus ebrtahan terhadap apa yang telah dilakukan kepada bangsa kita. Namun sebenarnya “apakah mereka belum puas terhadap apa yang mereka lakukan kepada kita?”. Jika menurut diriku kita lenih baik untuk melakukan jalan diplomasi terhadap Malaysia agar tidak terjadi pertumpahan darah yang sia sia. Jika hal itu berujung pada jalan buntuk terpaksa, mau tidak mau kita harus melawan mereka dengan jalan kekerasan atau perang. Tetapi, berpikirlah lebih logis lagi, untuk apa kita berperang ? kita dan Malaysia kan satu rumpun dan satu nenek moyang mengapa harus berperang ?. Perang hanyalah akan membuahkan kesengsaraan dan kehancuran belaka.Bukankah kita manusia yang berperi kemanusiaan yang harus saling memaafkan dah kita harus menghargai satu sama lain dan bukan untuk saling angkat senjata dan berperang. Kita bangsa Indonesia memang harus memperjuangkan hak kita sebagai bangsa Indonesia menjaga keutuhan Negara Indonesia, tetapi Kalian Malaysia janganlah kalian merebut hak kami bangsa Indonesia yaitu kebudayaan, wilayah dan apa yang sudah menjadi milik kami Bangsa Indonesia.